Respon Pertumbuhan Bibit Durian (Durio Zibethinus L) Sambung Pucuk Akibat Pemberian Kompos Daun Kering Dan Pupuk Organik Cair Eceng Gondok
Sembiring, Monika Fatrisia
Durian adalah tumbuhan tropis berasal dari wilayah Asia
Tenggara, nama inidiambil dari ciri khas kulit buahnya yang keras dan
berlekuk-lekuk tajam sehingga menyerupai duri. Sambung pucuk
merupakan salah satu teknik penyambungan yangbiasa digunakan pada
perbanyakan tanaman durian. Untuk meningkatkan pertumbuhan maka
diberi perlakuan kompos daun kering dan POC eceng gondok.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan mendapatkan
respon terbaik pertumbuhan bibit Durian (Durio zibethinus L)
sambung pucuk akibat pemberian kompos daun kering dan POC eceng
gondok serta interaksinya. Penelitian ini dilakukan secara
eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)
faktorial yang terdiri dari dua faktor K pupuk organik (Kobasu) yang
terdiri dari 3 taraf dan faktor P (POC Eceng gondok) yang terdiri dari
3 taraf, masing-masing terdiri dari 3 ulangan. Jumlah satuan percobaan
adalah
27 petak yang masing-masing terdiri dari 4 tanaman dan 2 tanaman
sampel, sehingga total tanaman adalah 27 × 4 = 108 tanaman.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan yaitu respon
pertumbuhan bibit durian (Durio zibethinus L) sambung pucuk akibat
pemberian pupuk kompos daun kering dan pupuk oganik cair eceng
gondok dapat disimpulkan bahwa interaksi pemberian pupuk kompos
daun kering dan pupuk oganik cair eceng gondok berpengaruh nyata
terhadap parameter pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun dan
diameter batang, sedangkan parameter persentase hidup berpengaruh
tidak nyata. Dengan perlakuan terbaik yaitu K2P2 ( Kompos daun
kering 2,4 kg/tanaman dan POC eceng gondok 120 ml/tanaman).
Tenggara, nama inidiambil dari ciri khas kulit buahnya yang keras dan
berlekuk-lekuk tajam sehingga menyerupai duri. Sambung pucuk
merupakan salah satu teknik penyambungan yangbiasa digunakan pada
perbanyakan tanaman durian. Untuk meningkatkan pertumbuhan maka
diberi perlakuan kompos daun kering dan POC eceng gondok.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan mendapatkan
respon terbaik pertumbuhan bibit Durian (Durio zibethinus L)
sambung pucuk akibat pemberian kompos daun kering dan POC eceng
gondok serta interaksinya. Penelitian ini dilakukan secara
eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)
faktorial yang terdiri dari dua faktor K pupuk organik (Kobasu) yang
terdiri dari 3 taraf dan faktor P (POC Eceng gondok) yang terdiri dari
3 taraf, masing-masing terdiri dari 3 ulangan. Jumlah satuan percobaan
adalah
27 petak yang masing-masing terdiri dari 4 tanaman dan 2 tanaman
sampel, sehingga total tanaman adalah 27 × 4 = 108 tanaman.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan yaitu respon
pertumbuhan bibit durian (Durio zibethinus L) sambung pucuk akibat
pemberian pupuk kompos daun kering dan pupuk oganik cair eceng
gondok dapat disimpulkan bahwa interaksi pemberian pupuk kompos
daun kering dan pupuk oganik cair eceng gondok berpengaruh nyata
terhadap parameter pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun dan
diameter batang, sedangkan parameter persentase hidup berpengaruh
tidak nyata. Dengan perlakuan terbaik yaitu K2P2 ( Kompos daun
kering 2,4 kg/tanaman dan POC eceng gondok 120 ml/tanaman).
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2025
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-09-11T03:53:29Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah