Analisis Perubahan Tutupan Lahan Di Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Menggunakan Citra Landsat 8 Dan Citra Sentinel 2
Pandiangan, Saut Daniel Monanda
Perubahan tutupan lahan dan fungsinya setiap tahun mendorong
pemerintah atau pihak yang berkepentingan untuk memantau perubahan tersebut.
Salah satu teknologi yang digunakan untuk melihat kondisi tersebut adalah
dengan penginderaan jarak jauh. Penginderaan jarak jauh telah lama digunakan
dalam bidang kehutanan dan aplikasinya terus berkembang. Perkembangan ilmu
penginderaan jarak jauh mengalami perkembangan yang cukup pesat dari tahun
ke tahun. Dalam penerapan di lapangan untuk mengetahui kondisi tutupan lahan
di suatu wilayah sering digunakan citra satelit landsat 8 dibandingkan citra satelit
sentinel 2. Adanya perbedaan teknologi pengindraan jarak jauh tersebut
perpeluang adanya perbedaan akurasi dan kepraktisan penggunaan teknologi
tersebut.
Penelitian ini bertujuan 1) Menganalisis perbedaan hasil identifikasi
tutupan lahan di Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan dengan menggunakan
citra satelit Landsat 8 dan Sentinel, 2) Menganalisis luasan perubahan tutupan
lahan pada citra satelit dan 3) Mengukur tingkat akurasi citra satelit landsat 8 dan
citra sentinel 2 dalam mengklasifikasikan tutupan lahan.
Lokasi penelitian berada di Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten
Pelalawan, Provinsi Riau. Penelitian menggunakan metode klasifikasi terbimbing
dengan pendeteksian langsung berdasarkan warna yang terdapat pada kombinasi
band yang digunakan. Tujuan utama dari klasifikasi ini adalah untuk mengetahui
jumlah kelas maksimum sehingga dalam proses pengklasifikasian selanjutnya,
hasil tersebut dapat dijadikan sebagai acuan dalam penentuan jumlah kelas.
Klasifikasi tak terbimbing dilakukan sebelum kegiatan pengecekan ke lapangan,
dan hasil klasifikasi tersebut selanjutnya digunakan sebagai pedoman untuk
melakukan pengecekan lapangan. Pengklasifikasian dilakukan dengan terlebih
dulu menetapkan beberapa training area (daerah contoh) pada citra sebagai kelas
lahan tertentu, kemudian training area yang telah dibuat tadi menjadi acuan untuk
keseluruhan areal yang masuk kedalam citra satelit.
Hasil tutupan lahan yang diklasifikasikan di Kecamatan Pangkalan Kerinci
yaitu hutan tanaman, perkebunan sawit, permukiman, pertanian lahan kering
campur semak (PLKC), semak belukar, tanah terbuka, tertutup awan dan tubuh air
dengan menggunakan metode klasifikasi terbimbing. Pada Citra satelit Landsat 8
memiliki nilai akurasi Kappa sebesar 89,8% dan validasi akurasi sebesar 68%,
sedangkan pada citra satelit Sentinel 2 memiliki nilai akurasi Kappa sebesar
96,6% dan validasi akurasi sebesar 85%.
pemerintah atau pihak yang berkepentingan untuk memantau perubahan tersebut.
Salah satu teknologi yang digunakan untuk melihat kondisi tersebut adalah
dengan penginderaan jarak jauh. Penginderaan jarak jauh telah lama digunakan
dalam bidang kehutanan dan aplikasinya terus berkembang. Perkembangan ilmu
penginderaan jarak jauh mengalami perkembangan yang cukup pesat dari tahun
ke tahun. Dalam penerapan di lapangan untuk mengetahui kondisi tutupan lahan
di suatu wilayah sering digunakan citra satelit landsat 8 dibandingkan citra satelit
sentinel 2. Adanya perbedaan teknologi pengindraan jarak jauh tersebut
perpeluang adanya perbedaan akurasi dan kepraktisan penggunaan teknologi
tersebut.
Penelitian ini bertujuan 1) Menganalisis perbedaan hasil identifikasi
tutupan lahan di Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan dengan menggunakan
citra satelit Landsat 8 dan Sentinel, 2) Menganalisis luasan perubahan tutupan
lahan pada citra satelit dan 3) Mengukur tingkat akurasi citra satelit landsat 8 dan
citra sentinel 2 dalam mengklasifikasikan tutupan lahan.
Lokasi penelitian berada di Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten
Pelalawan, Provinsi Riau. Penelitian menggunakan metode klasifikasi terbimbing
dengan pendeteksian langsung berdasarkan warna yang terdapat pada kombinasi
band yang digunakan. Tujuan utama dari klasifikasi ini adalah untuk mengetahui
jumlah kelas maksimum sehingga dalam proses pengklasifikasian selanjutnya,
hasil tersebut dapat dijadikan sebagai acuan dalam penentuan jumlah kelas.
Klasifikasi tak terbimbing dilakukan sebelum kegiatan pengecekan ke lapangan,
dan hasil klasifikasi tersebut selanjutnya digunakan sebagai pedoman untuk
melakukan pengecekan lapangan. Pengklasifikasian dilakukan dengan terlebih
dulu menetapkan beberapa training area (daerah contoh) pada citra sebagai kelas
lahan tertentu, kemudian training area yang telah dibuat tadi menjadi acuan untuk
keseluruhan areal yang masuk kedalam citra satelit.
Hasil tutupan lahan yang diklasifikasikan di Kecamatan Pangkalan Kerinci
yaitu hutan tanaman, perkebunan sawit, permukiman, pertanian lahan kering
campur semak (PLKC), semak belukar, tanah terbuka, tertutup awan dan tubuh air
dengan menggunakan metode klasifikasi terbimbing. Pada Citra satelit Landsat 8
memiliki nilai akurasi Kappa sebesar 89,8% dan validasi akurasi sebesar 68%,
sedangkan pada citra satelit Sentinel 2 memiliki nilai akurasi Kappa sebesar
96,6% dan validasi akurasi sebesar 85%.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2022
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-03-30T02:51:29Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah